Tata Cara Shalat Tarawih dan Witir
Niat Shalat
Tarawih
Ushalli sunnatat Tarwhi
rak‘atayni mustaqbilal qiblati ad’an lillhi ta‘l.
Artinya:
"Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan
menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT."
Sebagaimana
keterangan Syekh M Nawawi Banten dari kalangan Mazhab Syafi’i:
“Shalat Tarawih tidak sah
dikerjakan empat rakaat dengan satu salam, tetapi ia harus ada salam setiap dua
rakaat karena hadits menyatakan demikian”
Tata cara untuk melaksanakan salat tarawih secara sendirian adalah sebagai
berikut:
1. Melafalkan niat salat tarawih
2. Niat di dalam hati ketika
takbiratul ihram
3. Mengucap takbir ketika takbiratul
ihram sambil niat di dalam hati
4. Membaca taawuz dan Surat
Al-Fatihah. Lalu membaca salah satu surat pendek dalam Al-Quran dengan lantang
5. Rukuk
6. Itidal
7. Sujud pertama
8. Duduk di antara dua sujud
9. Sujud kedua
10. Duduk istirahat atau duduk sejenak
sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
11. Bangkit dari duduk, lalu
mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama
12. Salam pada rakaat kedua
13. Istighfar dan dianjurkan membaca
doa kamilin setelah selesai salat tarawih.
Selepas salat
Isya, umat Islam juga disunahkan untuk mendirikan salat tarawih pada bulan
Ramadan. Berikut ini adalah doa kamilin yang lazim dibaca para ulama
selepas salat tarawih.
|
Allahummaj'alna bil imani kamilin. Wa lil faroidlimuaddin. Wa
lish-sholati hafidhin. Wa liz-zakati fa'ilin. Wa lima ‘indakatthalibin.
|
|
Wa li ‘afwika rojin. Wa bil-huda mutamassikin. Wa ‘anil laghwi
mu‘ridlin. Wa fid-dunya zahdin. Wa fil ‘akhirati raghibin. Wa bil-qodlo’I
rodlin.
|
|
Wa lin na‘ma’I syakirin. Wa
‘alal bala’i shobirin. Wa tahta liwa’i muhammadin shallallahu ‘alaihi
wasallam yaumal qiyamati sa’irîna wa 'alal haudli waridîn.
|
|
Wa ilal jannati dakhilin. Wa minannarinajin. Wa'ala
sariirlkaromati qo'idin. Wa bi hurun'in mutazawwijin. Wa min sundusin wa
istabraqin wadibajin mutalabbisin.
|
|
Wa min tha‘amil jannati
akilin. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syariban. Bi akwabin wa abariqa
wa ka‘sin min ma‘în.
|
|
Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minannabiyyina washshiddîqana
wasysyuhada’i wasshâlihîna wahasuna ula’ika rafîqan. Dalikal fadl-lu
minallahi wa kafa billahi ‘alaman.
|
|
Allahummaj‘alna fi hadzihil
lailatisysyahrisy syarafail mubarakah minas su‘ada’il maqbulin. Wa la
taj‘alna minal asyqiya’il mardudin. Wa shollallahu
‘ala sayyidina muhammadin
wa'ala alihi wa shahbihi ajma‘in. Birahmatika ya arhamarrahimin
walhamdulillahirabbil‘alamîn.
|
Artinya, “Yaa Allah, jadikanlah kami
orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara
shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang
mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari
kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan
qadla-Mu (ketentuan-Mu), Yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala
musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada
hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam
surga, yang selamat dari api neraka. Yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang
menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan
makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan
bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin,
syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah
keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya
Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk
orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan
kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah
mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan
shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang
penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Niat Shalat Witir
Ushallii
sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati ad’an lillaahi ta’alaa.
Artinya: “Saya berniat salat witir tiga
rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’alaa.”
Salat
witir bisa dikerjakan langsung setelah tarawih atau dilakukan setelah
mengerjakan salat sunnah lain, misalnya salat tahajud dan hajat. Sementara tata
cara salatnya sama saja dengan ibadah salat sunnah lainnya.
Setelah mengerjakan salat witir
disunnahkan membaca doa berikut ini dengan diulang sebanyak tiga kali.
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ
Subhaanal
malikil qudduus
Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha
Bersih."
Kemudian, dilanjutkan dengan kalimat
رَبُّ الْمَلآئِكَةِ وَالرُّوْحِ
robbul-malaa-‘ikati
warruuh
Artinya: "Yang Menguasai para Malaikat dan
Ruh/Jibril."
Comments
Post a Comment